Powered By Blogger

Selasa, 03 Maret 2015

welcome 20!

March! This is the month that I always wait for every years. And this year, I'll be 20 yeeee, getting old, I know.Ga kerasa, gue akan menginjak usia 20 tanggal 7 bulan ini. Kalau dipikirin usia 20, waah ini usia rawan yang bakalan ditanya orang-orang terutama orang Indo.
"scarlet, uda punya cowo belum?" "mau nikah umur berapa?"
2 pertanyaan ini yang pasti bakalan ganggu gue. sabar aja deh.

Tapi ngomongin ulang tahun, kayaknya gue masih pengen dirayain hahaha. pengen banget dirayain sama keluarga dan temen-temen. pengen juga dikasih surprise hehehehe. tapi kalau gue terlalu nonjolin, kesannya kayak minta orang-orang buat kasih perhatian ke gue. cuma gue masih pengen gimana dong? hahaha. usia 20 tuh kayak suatu tanda bagi gue kalau gue harus dewasa! soalnya gue masih ngerasa kayak bocah dan cuek banget. dulu ada satu cowok yang bilang kalau gue itu ga cuek. waah mungkin nih orang cuma kenal bulu kuduk gue, belum nyentuk kulit wkwkwk. lucu juga sih kalau ada orang yang bilang kalau gue tuh ga cuek. orang rumah aja selalu bilang gue cuek banget. tapi gue sadar kok. gue tuh emang sering bodo amet sama orang, yaa gue dengerin tapi bentuk perhatian gue ga langsung nonjolin. diam aja dulu baru deh ada respon.

Terus sifat bocah alias belum dewasa. ini masih gue akui banget! gue masih belum bisa lepas dari nyokap (bokap udah dipanggil Tuhan). gue tuh selalu bergantung banget sama mama. ke mana-mana sama mama. mau makan, hangout, beli baju, beli sepatu, semua sama mama. soalnya style mama tuh keren banget. walaupun gaya gue sama mama tuh ibarat minyak dan air. mama tuh seneng yang glamor, stylish, bright, rame ya gitu-gitu lah. sedangkan gue, menonjolkan kecantikan alami, weeiiittsss. bukan berarti nyokap ga cantik alami, cuma passion dalam ber-make up, dia lebih jago daripada gue. pengennya sih di usia 20, gue mulai pake make up. soalnya bukan untuk kelihatan dewasa, tapi tuntutan ke depannya sih yang butuh untuk bermake up. tapi make up yang ga over lah, biar baby face gue tetep awet hehehehe.

Apalagi lagi ya? oh ya, wish yang paling gue pengen di usia 20, punya rumah! aduuuhh itu wish kalau kejadian di ultah gue, udah deh gue bakalan bersyukur banget sama Tuhan, karena ini kado terindah banget!!! gak hanya buat gue tapi buat keluarga gue juga. Pasti seneng, bahagai, ga bisa tidur, waahh pokoknya campur aduk lah. kalau gue dapet kado ini, udah deh gue ga minta apa-apa dulu. karena itu kado paling spektakuler kalau kejadian.

Pokoknya usia 20 ini, gue mau fokus kuliah, fokus ngajar, fokus pelayanan dalam Tuhan, fokus dalam keluarga. kalau masalah pacar, gue juga mau sih, cuma gue taat aja sama Tuhan. Pasti nanti dikasih yang pas. gue ga mau terlalu ikut keadaan sekarang yang bilang jomblo tuh ngenes. yaa lebih baik dibilang jomblo, daripada ada pacar cuma diporotin, ngajak hang out terus yang bikin waktu kita habis cuma buat dia seorang, padahal banyak hal yang kita harus lakuin. kalau pacar kita bisa dukung dan bantuin itu sih postif banget, tapi kalau cuek? deng deng deng. intinya fokus gue itu dulu. urusin diri sendiri aja gue masih belum bener, apalagi urusin orang lain hahahaha

Kamis, 26 Februari 2015

Heaven Is For Real

Hai guys! Hari ini gue mau share tentang film yang baru gue tonton. Gue men-download sebuah film yang judulnya "Heaven is For Real". Film ini based on true story, di mana seorang anak usia 4 tahun bernama Colton, ia sempat koma dan selama koma dia pergi ke surga.

Sebelumnya gue medapat rekomendasi dari seorang pendeta di Gereja gue untuk menonton film ini. Gue berpikir, wah pasti keren banget nih, ada orang yang pergi ke surga dan ngeliat semuanya. Tapi setelah gue tonton, gue mengambil sebuah hikmah dari film itu. Film itu terlihat biasa, tapi menurut gue itu lebih dari kata "keren"! Hikmah yang gue ambil adalah, surga itu gak perlu dilihat oleh kita secara langsung. Loh kok bilang gitu? Karena orang yang melihat surga secara langsung, dipakai Tuhan hanya untuk meluruskan pikiran kita terhadap kehidupan kita. Nah lo makin ga ngerti ya?

Ok, sejenak kita lihat kehidupan kita. Apa yang lo lihat selama ini? Kesenangan, kebahagiaan, kesengsaraan, masalah, kesakitan? Tapi apa kalian menyadari bahwa surga itu ada di sekeliling kita? Orang tua yang selalu kasih tahu yang bener, temen-temen yang support dalam suka & duka, orang-orang yang mendoakan kita, orang lain yang menolong kita, dll. Trus kenapa dengan mereka? They are just a human! Itu pasti yang kalian bilang. Memang benar mereka itu manusia, tapi tahukah lo semua ketika Tuhan sudah ada dalam diri mereka, itu bukan lagi mereka yang melakukan, tapi Tuhan yang melakukan itu semua untuk lo dan gue? Inilah hikmah yang gue dapatkan dari film ini. Di film itu, Colton melihat surga, di mana ketika ia dioprasi dia melihat para malaikat bernyanyi, dia ketemu Tuhan, dia tahu dia dioperasi,dll (bisa ditonton aja). Tapi bukan itu point pentingnya. Pointnya adalah, Colton dipakai Tuhan untuk menyadarkan kita bahwa Tuhan selalu melihat apa yang kita alami. Jangan pernah berpikir bahwa kita ini ditinggalkan. Tuhan tahu masalah lo dan gue, tapi yang dia mau sadarilah kehadiran Tuhan di sekelilingmu dan di dalam kehidupan ini, serta jadikan hidup kita untuk tinggal dalam diri kita. That's the point that I got!


Terkesan rohaniah? it's up to you. Gue hanya membantu untuk meluruskan apa yang selama ini kita alami. Gue mendapat sebuah hikmat dari film ini, setelah gue selesai tonton. Dan kata-kata itu muncul ketika, Todd ayah dari Colton menyadarkan gue bahwa surga yang kita tempati sekarang itu ada di sekeliling kita. Makanya di doa Bapa Kami, ada sebuah kalimat yang bilang "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehedak-Mu di Bumi seperti di Surga".


Ok itu aja dulu sharing gue, hope you like it. Happy Friday :D

Rabu, 25 Februari 2015

Belum Tentu Presepsi Lo Benar

Hai bloggers, hari ini gue kembali ke blog ini. Ada sesuatu dorongan yang membuat gue ingin posting. Yang seperti kalian ketahui, banyak banget sekarang kata-kata yang dijadikan sebuah posting untuk mewakili keadaan kita saat ini. Contoh situsnya kayak, d***l*n. Gue tidak menyalakan itu, terkadang posting itu ada yang benar ada yang engga, yah namanya juga iseng. Tapi banyak yang kreatif juga. Mereka pilih kata-katanya lucu. Biasanya ngeledekin jomblo-jomblo wkwkwk.

Tapi hari ini gue dapet posting, yang mengganggu gue secara pribadi.


Ada yang yang mengganggu gue dari kalimat tersebut. Kita juga gak bisa bahkan gak boleh men-judge orang yang suka nulis alkitab. Entah dia itu baik atau engga itu urusan dia sama Tuhan. Walaupun kalau kita liat orang itu secara langsung, kehidupan dia gak sesuai sama postingannya tentang alkitab. Tapi janganlah menghakimi orang seperti itu.
Seperti kalimat di foto itu "lebih baik berteman sama yang keliatannya bandel tapi dalemnya baik", orang suka menjudge orang bandel itu parah, tapi ada juga yang bilang baik. Sebaliknya juga orang yang suka nulis alkitab, ada yang baik dan ada yang cuma kedok aja.

Intinya yang mau gue tekankan, jangan menghakimi orang lain! itu gak baik.
"engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui". 

Semoga hal ini bisa menambah wawasan kalian dalam menilai orang :D